BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Toleransi antar umat beragama merupakan
salah satu identitas bangsa yang harus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Toleransi
dapat mencerminkan kepribadian suatu bangsa dan menjadi suatu "nilai
jual" untuk dikenal oleh bangsa lain. Toleransi sangatlah beragam mulai
dari suku, ras, golongan, agama, budaya , dan bahasa. Salah satu contoh
toleransi perbedaan agama yang terjadi di lingkungan Bina Nusantara.
Oleh saebab itu toleransi di
lingkungan masyarakat harus dibina sejak dini karena agama menyangkut mengenai
ketuhanan dan kepercaan individu . Yang
dimaksud dengan Ketuhanan adalah bangsa Indonesia, apapun agama dan
kepercayaannya, percaya dan mengimani bahwa Tuhan itu ada dan berdaulat bagi
negara ini. Sedangkan Yang Maha Esa berarti umat beragama di Indonesia
sama-sama mengakui dan mengimani bahwa ada satu Tuhan yang Maha Kuasa, Maha
Adil, Maha Suci, Maha Benar, dan Maha Kasih yang patut dijunjung tinggi oleh
semua umatNya. Dengan demikian, konflik antar umat beragama harus segera
diakhiri karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila (Jimmy Sapoetra, 2017).
Oleh karena itu, sehubungan
dengan pentingnya toleransi antar umat beragama di Indonesia dalam rangka
membendung arus globalisasi, kami selaku
mahasiswa/i Bina Nusantara University bersama dengan Teach for Indonesia (TFI)
ingin berpartisipasi dalam pembuatan film edukasi.
1.2 Tujuan
·
Membangun sikap toleransi agama
·
Menghormati setiap agama yang ada di Indonesia
1.3 Rencana
Kegiatan
Hal pertama yang kami lakukan yaitu berkomunikasi
dengan dosen dan melakukan penyusunan proposal untuk diajukan. Setelah itu kami
meminta surat izin kegiatan dari TFI yang dapat digunakan untuk mendukung
kegiatan kami. Lalu proses pelaksanaan kegiatan anggota kelompok kami yang
bertempat di universitas Bina Nusantara.
Disaat penyusunan proposal dan telah disetujui, kami
segera mencari bagaimana bentuk dan kasus toleransi umat beragama di Indonesia.
Kemudian dari bahan – bahan yang telah ditemukan, kami segera membuat bagaimana
jalan cerita untuk video tersebut. Kemudian kami juga menentukan bagaimana
video tersebut akan dibuat dan gaya pembuatan video yang diinginkan. Selain itu
pembagian tugas dan peran serta teks percakapan segera ditentukan. Tidak lupa
kami juga merenungkan pesan apa yang akan disampaikan melalui video tersebut.
Saat semua telah ditentukan, termasuk latar
kejadian, kami segera melakukan perjanjian untuk melakukan setiap adegannya.
Dimana akan ditentukan bagian adegan manakah yang akan diambil dan kapan akan
dilakukannya agar sesuai dengan jalan cerita yang diinginkan.
Langkah terakhir adalah mengumpulkan keseluruhan
adegan tersebut menjadi suatu video yang sesuai dengan jalan cerita dan dapat
dimengerti isi dari video tersebut. Kemudian video diperbaiki agar lebih rapih
dan memiliki efek – efek yang diinginkan.
BAB II
KONSEP
2.1 Konsep Toleransi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa arti kata Toleransi
berarti sifat toleran. Kata toleran sendiri didefinisikan sebagai bersifat atau
bersikap tenggang rasa (menghargai,
membolehkan) pendirian (pendapat, atau keyakinan) yang berbeda atau
bertentangan dengan diri sendiri. Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus
hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai
macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka
diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki
arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan
sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan
diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang
terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S Poerwodarminto; 2011)
Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu :
a. Negatif
Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya
hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI
atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru
merdeka.
b. Positif
Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh
Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan
pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
c. Ekumenis
Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu
terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan
kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau
Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. Dalam kehidupan beragama sikap
toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan
antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan
memelihara hak dan kewajiban masing-masing.
2.2 Konsep beragama
Agama
merupakan pedoman hidup manusia. Setiap agama yang ada di dunia ini memiliki
maksud dan tujuan yang sama, yaitu menciptaka perdamaian dan kebahagiaan pada
makluk hidupnya (M. Quraish Shihab; 2009). Masyarakat yang beragama pada
umumnya memandang agama sebagai jalan hidup yang dipegang dan diwarisi
turun-menurun, agar hidup menjadi tertip, damai, dan tidak kacau. Selain itu,
umat beragama mengimani agama sebagai kekuatan spriritual yang dapat memenuhi
kebutuhan rohani manusia serta diharapkan mampu “berbicara” banyak hal dalam
menyelesaikan masalah social, ekonomi, kemanusiaan, dll (Usman, Fatimah;2006)
Kami selaku
mahasiswa/i Bina Nusantara University berusaha menanamkan nilai toleransi umat
beragama melalui kegiatan pembuatan film dan bakti sosial. Hal yang kami
lakukan telah dirundingkan dan dipersiapkan dengan matang, dan juga selama
kegiatan kami selalu berperilaku sopan, menaati aturan, serta tidak
mempermalukan almamater Bina Nusantara University. Kegiatan ini juga dilakukan
bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kami saja tetapi juga untuk seluruh
warga supaya bisa merasakan manfaatnya di kemudian hari. Kami berharap kegiatan
yang kami lakukan ini dapat membantu menanamkan sikap teoleransi bagi Warga
Negara Indonesia.
BAB III
PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Kegiatan Pertemuan Pertama
Lokasi kegiatan : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu : Jumat,
19 Oktober 2018 Pukul 11.00 – 15.00
Pada pertemuan pertama, kami sekelompok menentukan
waktu shooting, tempat, serta menambah dan menyelesaikan skenario film
(termasuk menetapkan pemain dan perannya) yang sudah dibuat oleh seorang
anggota kelompok. Melalui pertemuan ini, diputuskan bahwa pengambilan gambar
akan mulai dilakukan keesokan harinya yaitu pada hari Jumat. Pada intinya film
ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak yang dilarang oleh orangtuanya
untuk tidak bersosialisasi dengan siapapun yang berbeda agama dan berefek
negatif terhadap kehidupan anak tersebut.
3.2 Kegiatan Pertemuan Kedua
Lokasi kegiatan : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu : Selasa,
23 Oktober 2018 Pukul 13.00 – 16.00
Pada pertemuan kedua, pengambilan gambar mulai dilaksanakan
di lokasi kampus dengan meminjam salah satu ruangan sedangkan properti yang
digunakan dibawah sendiri oleh anggota kelompok. Untuk pengambilan gambar
pertama, hanya beberapa anggota kelompok saja yang bermain peran sedangkan
anggota lainnya bertugas mengarahkan dan merekam video. Kegiatan berlangsung
cukup lancar dengan sedikit hambatan yaitu kondisi ruangan yang agak bising
membuat pengambilan gambar harus diulang beberapa kali. Di akhir pertemuan,
kami juga menetapkan tanggal dan waktu untuk pengambilan gambar selanjutnya
yang diperkirakan dilaksanakan pada bulan Desember awal atau akhir Oktober.
3.3 Kegiatan Pertemuan Ketiga
Lokasi kegiatan : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu : Selasa,
30 Oktober 2018 Pukul 13.00 – 16.00
Pada pertemuan ketiga, dilakukan pengarahan terlebih
dahulu kepada anggota kelompok karena terdapat sedikit perubahan jalan cerita
film agar lebih menarik. Kemudian pengambilan gambar dilakukan hingga
didapatkan kurang lebih delapan scenes yang melibatkan semua anggota kelompok.
Dengan demikian sebagian besar cerita sudah diselesaikan dan hanya menyisakan
sedikit adegan lagi yang harus dilakukan. Seperti biasanya pada akhir pertemuan
kami menetapkan jadwal pengambilan gambar yang diperkirakan cukup jauh dari
hari tersebut Jarak waktu yang cukup panjang diakibatkan padatnya jadwal
perkuliahan serta ujian sehingga dipilih waktu sesudah dilaksanakannya ujian.
Selain itu sesudah dilakukan pengambilan gambar, proses editing juga mulai
dilakukan.
3.4 Kegiatan Pertemuan Keempat
Lokasi kegiatan : BINUS Alam Sutra
dan Apartemen Silkwood
Tanggal dan waktu : Selasa,
30 November 2018 Pukul 13.00 – 17.00
Pada pertemuan keempat, waktu pengambilan gambar di
lokasi kampus hanya dilakukan sebentar dan kemudian berpindah ke apartemen salah
seorang anggota kelompok. Hal ini dilakukan untuk mendukung jalan cerita yang
dibuat agar lebih realistis. Sebelum pengambilan gambar dilakukan, salah
seorang anggota kelompok menyiapkan terlebih dahulu properti yang akan
digunakan barulah pengambilan gambar dimulai. Di pertemuan ini, kami hanya
merekan kurang lebih tiga scenenamun ditambah dengan persiapan property
sehingga memakan waktu lebih. Pertemuan keempat merupakan pelaksanaan kegiatan
terakhir kami dan selanjutnya dilanjutkan dengan proses editing film.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Melalui
pembuatan film ini kami dapat memahami arti dari toleransi termasuk dampak yang
ditimbulkannya serta berpeluang untuk lebih mengenalkan apa itu toleransi
kepada masyarakat.
4.2 REFLEKSI
Seperti yang kita tahu bahwa toleransi
merupakan suatu hal yang penting dalam hidup bermasyarakat apalagi dalam
konteks kehidupan beragama. Toleransi perlu untuk dilakukan oleh setiap
individu karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak hidup sendiri saja.
Baik di negara sendiri ataupun di negara lain, kita tentunya akan bertemu
dengan orang yang berbeda agama dengan diri kita, bila kita tidak bisa menerima
perbedaan tersebut maka akan berpotensi menimbulkan konflik dengan pihak lain.
Sebenarnya hanya melalui proses pembuatan film ini kelompok kami dapat belajar
mengenai arti toleransi. Sulit dibayangkan apabila anggota kelompok mempunyai
agama berbeda dan tidak bertoleransi maka kegiatan ini tidak akan terlaksana
dengan baik. Contoh lainnya yaitu bila ada anggota kelompok yang sakit atau
tidak dapat hadir maka anggota lainnya perlu bertoleransi agar pelaksanaan
kegiatan dapat tetap berjalan tanpa perselisihan. Melalui film ini, diharapkan
kita semua baik anggota kelompok ataupun orang lain yang menyaksikan bisa lebih
memahami tentang arti toleransi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
REFERENSI
Jimmy Sapoetra, 2017. Toleransi Umat Beragama di Indonesia. Sumber :https://pgsd.binus.ac.id/2017/12/31/in-toleransi-umat-beragama-di-indonesia-2/. Diakses pada 25 September2018
W.J.S Poerwodarminto. 2011.Toleransi. Sumber: wartawarga.gunadarma.ac.id/. diakses pada
25 September 2018
M. Quraish Shihab. 2009. Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan
Masyarakat. Bandung: Mizan
Fatimah Usma. 2006. Wahdah al-Adyan. Yogyakarta: LKiS
No comments:
Post a Comment