Wednesday, December 5, 2018

Laporan Akhir Kegiatan CB Agama


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Toleransi antar umat beragama merupakan salah satu identitas bangsa yang harus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Toleransi dapat mencerminkan kepribadian suatu bangsa dan menjadi suatu "nilai jual" untuk dikenal oleh bangsa lain. Toleransi sangatlah beragam mulai dari suku, ras, golongan, agama, budaya , dan bahasa. Salah satu contoh toleransi perbedaan agama yang terjadi di lingkungan Bina Nusantara.
Oleh saebab itu toleransi di lingkungan masyarakat harus dibina sejak dini karena agama menyangkut mengenai ketuhanan dan kepercaan individu . Yang dimaksud dengan Ketuhanan adalah bangsa Indonesia, apapun agama dan kepercayaannya, percaya dan mengimani bahwa Tuhan itu ada dan berdaulat bagi negara ini. Sedangkan Yang Maha Esa berarti umat beragama di Indonesia sama-sama mengakui dan mengimani bahwa ada satu Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Suci, Maha Benar, dan Maha Kasih yang patut dijunjung tinggi oleh semua umatNya. Dengan demikian, konflik antar umat beragama harus segera diakhiri karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila (Jimmy Sapoetra, 2017).
Oleh karena itu, sehubungan dengan pentingnya toleransi antar umat beragama di Indonesia dalam rangka membendung arus globalisasi, kami selaku mahasiswa/i Bina Nusantara University bersama dengan Teach for Indonesia (TFI) ingin berpartisipasi dalam pembuatan film edukasi.

1.2 Tujuan
·       Membangun sikap toleransi agama
·       Menghormati setiap agama yang ada di Indonesia

1.3 Rencana Kegiatan
Hal pertama yang kami lakukan yaitu berkomunikasi dengan dosen dan melakukan penyusunan proposal untuk diajukan. Setelah itu kami meminta surat izin kegiatan dari TFI yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan kami. Lalu proses pelaksanaan kegiatan anggota kelompok kami yang bertempat di universitas Bina Nusantara.
Disaat penyusunan proposal dan telah disetujui, kami segera mencari bagaimana bentuk dan kasus toleransi umat beragama di Indonesia. Kemudian dari bahan – bahan yang telah ditemukan, kami segera membuat bagaimana jalan cerita untuk video tersebut. Kemudian kami juga menentukan bagaimana video tersebut akan dibuat dan gaya pembuatan video yang diinginkan. Selain itu pembagian tugas dan peran serta teks percakapan segera ditentukan. Tidak lupa kami juga merenungkan pesan apa yang akan disampaikan melalui video tersebut.
Saat semua telah ditentukan, termasuk latar kejadian, kami segera melakukan perjanjian untuk melakukan setiap adegannya. Dimana akan ditentukan bagian adegan manakah yang akan diambil dan kapan akan dilakukannya agar sesuai dengan jalan cerita yang diinginkan.
Langkah terakhir adalah mengumpulkan keseluruhan adegan tersebut menjadi suatu video yang sesuai dengan jalan cerita dan dapat dimengerti isi dari video tersebut. Kemudian video diperbaiki agar lebih rapih dan memiliki efek – efek yang diinginkan.





BAB II
KONSEP


2.1     Konsep Toleransi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa arti kata Toleransi berarti sifat toleran. Kata toleran sendiri didefinisikan sebagai bersifat atau bersikap tenggang rasa  (menghargai, membolehkan) pendirian (pendapat, atau keyakinan) yang berbeda atau bertentangan dengan diri sendiri. Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S Poerwodarminto; 2011)
Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu :
a.      Negatif
Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka.
b.      Positif
Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
 c.       Ekumenis
Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.


2.2     Konsep beragama
Agama merupakan pedoman hidup manusia. Setiap agama yang ada di dunia ini memiliki maksud dan tujuan yang sama, yaitu menciptaka perdamaian dan kebahagiaan pada makluk hidupnya (M. Quraish Shihab; 2009). Masyarakat yang beragama pada umumnya memandang agama sebagai jalan hidup yang dipegang dan diwarisi turun-menurun, agar hidup menjadi tertip, damai, dan tidak kacau. Selain itu, umat beragama mengimani agama sebagai kekuatan spriritual yang dapat memenuhi kebutuhan rohani manusia serta diharapkan mampu “berbicara” banyak hal dalam menyelesaikan masalah social, ekonomi, kemanusiaan, dll (Usman, Fatimah;2006)                        
Kami selaku mahasiswa/i Bina Nusantara University berusaha menanamkan nilai toleransi umat beragama melalui kegiatan pembuatan film dan bakti sosial. Hal yang kami lakukan telah dirundingkan dan dipersiapkan dengan matang, dan juga selama kegiatan kami selalu berperilaku sopan, menaati aturan, serta tidak mempermalukan almamater Bina Nusantara University. Kegiatan ini juga dilakukan bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kami saja tetapi juga untuk seluruh warga supaya bisa merasakan manfaatnya di kemudian hari. Kami berharap kegiatan yang kami lakukan ini dapat membantu menanamkan sikap teoleransi bagi Warga Negara Indonesia.



















BAB III
PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN


3.1 Kegiatan Pertemuan Pertama
Lokasi kegiatan   : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu          : Jumat, 19 Oktober 2018 Pukul 11.00 – 15.00
                       
Pada pertemuan pertama, kami sekelompok menentukan waktu shooting, tempat, serta menambah dan menyelesaikan skenario film (termasuk menetapkan pemain dan perannya) yang sudah dibuat oleh seorang anggota kelompok. Melalui pertemuan ini, diputuskan bahwa pengambilan gambar akan mulai dilakukan keesokan harinya yaitu pada hari Jumat. Pada intinya film ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak yang dilarang oleh orangtuanya untuk tidak bersosialisasi dengan siapapun yang berbeda agama dan berefek negatif terhadap kehidupan anak tersebut.

3.2 Kegiatan Pertemuan Kedua
Lokasi kegiatan   : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu          : Selasa, 23 Oktober 2018 Pukul 13.00 – 16.00

Pada pertemuan kedua, pengambilan gambar mulai dilaksanakan di lokasi kampus dengan meminjam salah satu ruangan sedangkan properti yang digunakan dibawah sendiri oleh anggota kelompok. Untuk pengambilan gambar pertama, hanya beberapa anggota kelompok saja yang bermain peran sedangkan anggota lainnya bertugas mengarahkan dan merekam video. Kegiatan berlangsung cukup lancar dengan sedikit hambatan yaitu kondisi ruangan yang agak bising membuat pengambilan gambar harus diulang beberapa kali. Di akhir pertemuan, kami juga menetapkan tanggal dan waktu untuk pengambilan gambar selanjutnya yang diperkirakan dilaksanakan pada bulan Desember awal atau akhir Oktober.

3.3 Kegiatan Pertemuan Ketiga
Lokasi kegiatan   : BINUS Alam Sutra
Tanggal dan waktu          : Selasa, 30 Oktober 2018 Pukul 13.00 – 16.00
         
Pada pertemuan ketiga, dilakukan pengarahan terlebih dahulu kepada anggota kelompok karena terdapat sedikit perubahan jalan cerita film agar lebih menarik. Kemudian pengambilan gambar dilakukan hingga didapatkan kurang lebih delapan scenes yang melibatkan semua anggota kelompok. Dengan demikian sebagian besar cerita sudah diselesaikan dan hanya menyisakan sedikit adegan lagi yang harus dilakukan. Seperti biasanya pada akhir pertemuan kami menetapkan jadwal pengambilan gambar yang diperkirakan cukup jauh dari hari tersebut Jarak waktu yang cukup panjang diakibatkan padatnya jadwal perkuliahan serta ujian sehingga dipilih waktu sesudah dilaksanakannya ujian. Selain itu sesudah dilakukan pengambilan gambar, proses editing juga mulai dilakukan.

3.4 Kegiatan Pertemuan Keempat
Lokasi kegiatan   : BINUS Alam Sutra dan Apartemen Silkwood
Tanggal dan waktu          : Selasa, 30 November 2018 Pukul 13.00 – 17.00
       
Pada pertemuan keempat, waktu pengambilan gambar di lokasi kampus hanya dilakukan sebentar dan kemudian berpindah ke apartemen salah seorang anggota kelompok. Hal ini dilakukan untuk mendukung jalan cerita yang dibuat agar lebih realistis. Sebelum pengambilan gambar dilakukan, salah seorang anggota kelompok menyiapkan terlebih dahulu properti yang akan digunakan barulah pengambilan gambar dimulai. Di pertemuan ini, kami hanya merekan kurang lebih tiga scenenamun ditambah dengan persiapan property sehingga memakan waktu lebih. Pertemuan keempat merupakan pelaksanaan kegiatan terakhir kami dan selanjutnya dilanjutkan dengan proses editing film.

























BAB IV
PENUTUP


4.1 KESIMPULAN
            Melalui pembuatan film ini kami dapat memahami arti dari toleransi termasuk dampak yang ditimbulkannya serta berpeluang untuk lebih mengenalkan apa itu toleransi kepada masyarakat.

4.2 REFLEKSI
Seperti yang kita tahu bahwa toleransi merupakan suatu hal yang penting dalam hidup bermasyarakat apalagi dalam konteks kehidupan beragama. Toleransi perlu untuk dilakukan oleh setiap individu karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak hidup sendiri saja. Baik di negara sendiri ataupun di negara lain, kita tentunya akan bertemu dengan orang yang berbeda agama dengan diri kita, bila kita tidak bisa menerima perbedaan tersebut maka akan berpotensi menimbulkan konflik dengan pihak lain. Sebenarnya hanya melalui proses pembuatan film ini kelompok kami dapat belajar mengenai arti toleransi. Sulit dibayangkan apabila anggota kelompok mempunyai agama berbeda dan tidak bertoleransi maka kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik. Contoh lainnya yaitu bila ada anggota kelompok yang sakit atau tidak dapat hadir maka anggota lainnya perlu bertoleransi agar pelaksanaan kegiatan dapat tetap berjalan tanpa perselisihan. Melalui film ini, diharapkan kita semua baik anggota kelompok ataupun orang lain yang menyaksikan bisa lebih memahami tentang arti toleransi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

















REFERENSI

Jimmy Sapoetra, 2017. Toleransi Umat Beragama di Indonesia. Sumber :https://pgsd.binus.ac.id/2017/12/31/in-toleransi-umat-beragama-di-indonesia-2/. Diakses pada 25 September2018

W.J.S Poerwodarminto. 2011.Toleransi. Sumber: wartawarga.gunadarma.ac.id/. diakses pada 25 September 2018

M. Quraish Shihab. 2009. Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan

Fatimah Usma. 2006. Wahdah al-Adyan. Yogyakarta: LKiS

No comments:

Post a Comment